selamat membaca pak, maaf telat buatnya. :D
Persepsi adalah proses dimana individu dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberi arti bagi lingkungan mereka. Namun, apa yang diterima seseorang pada dasarnya bisa berbeda dari realitas objektif. Walaupun seharusnya tidak perlu ada, perbedaan tersebut sering timbul. Sebagai contoh, sesuatu yang mungkin bila semua karyawan dalam sebuah perusahaan menganggapnya sebagai tempat kerja yang baik, kondisi kerja yang menyenangkan, penugasan kerja yang menarik, bayaran yang bagus, tunjangan yang sangat bagus,manajemen yang pengertian dan bertanggung jawab. Tetapi, seperti yang diketahui oleh sebagian besar dari kita, adalah sangat luar biasa untuk menemukan kecocokan yang seperti itu.
KASUS ANTAR INDIVIDU
"misal pada suatu hari antara sesama lelaki, dimana mereka ada ketidak samaan pendapat sehingga cekcok tidak bisa dihindari, ini biasa terjadi didalam kehidupan kita dan sangat manusiawi, dan disinilah dimana kita diuji untuk bisa berbesar hati untuk mengurangi suatu konflik , mungkin dengan adanya orang ketiga sebagai penengah, bisa mempercepat masalah ini mencair dan tidak terus memburuk."
KASUS ANTAR KELOMPOK
"Ini sebagian kisah pribadi saya yang baru-baru ini terjadi, dimana saya tergabung dalam komunitas motor, silam hari ada kesalahan persepsi dengan kelompok motor brand lain, ketika sama-sama mengendarai motor dijalan raya,saya hanya menyalip si"K" dimana menurut persepsi dia saya itu memotong jalannya dia,sehingga dia marah, langsung menyalip balik dan memberhentikan kendaraan saya sehingga cekcok yang begitu keras hingga kondisi makin keruh, dijalanan itu sering kita hadapi,yang intinya adalah salah paham , karena dijalanan,panas terik, sehingga mengurangi kinerja akal sehat, dan lebih condong ke EGO, dan pada akhirnya kedua belah pihak dipertemukan, dan kembali di mediasi oleh pihak luar kelompok, dan masalahpun selesai"
KASUS INTRA KELOMPOK
"didalam suatu kelompok dengan banyaknya orang , dengan pikiran dan mindset yang berbeda-beda, sangat sulit untuk menyatukan pikiran dan persepsi, didalamnya pasti ada banyak ketidakcocokan , contohnya, pada rapat kelompok, diadakan keputusan yang harus diikuti tetapi beberapa anggota tidak menghadiri rapat tersebut dan mereka mengetahui keputusan tersebut sehingga mereka memiliki persepsi yang salah sehingga konflik mulut disitu terjadi hingga akhirnya tidak dapat dikendalikan dengan akal sehat, dan akhirnya ketua dari kelompok tersebut menjelaskan kepada dia yang salah persepsi bahwa memang keputusan disini sudah FINAL dan tidak ada solusi lain, karena memang sudah sepakat dari awal, yang tidak hadir dalam rapat tanpa konfirmasi dianggap (YA) dalam keputusan tersebut, karena kepentingan banyak anggota , disitulah mereka mengerti dengan keputusan tersebut dan masalah CLEAR"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar